Kelakarku berbagi di bawah
rintik-rintik,
Menegadah bercermin seumpama mendayu,
Sorotanmu menebas setiap keping syaraf
sensorik nadiku,
Menggeleparkan, menghanyutkan,
membuai...
Meneduhkan...
Putih, seputih saat cahaya mencoba
mendobrak insan,
Alam menjadi simbol tak tertahankan,
Ah, andai aku layak menjadi pujanggamu,
Tak terhitung ku bawakan alam di alunan
tuturku,
Kan slalu kupucukkan setiap rekahan yang
mendalam,
Merangkainya sebagai bingkisan setiap
pagi dan malam,
Namun kau sang primadona,
Cukuplah sorotanmu meneduhkanku
selayaknya mawar putih,
Yang mekar menjelang cahaya baru,
Cukuplah madumu bersembunyi dibalik
kelopak mekar,
Cukuplah embun menjadi pelengkap
teduhmu,
Cukuplah durimu menjadi penantang dalam
asaku,
- Cukuplah hanya sebuah mawar putih bagiku
Tuesday, June 19th 2012, 01:02 AM
Label: Puisi
Posting Komentar