Ingatkah mawar yang kita temui di jalan,
Berbalik serayu memikul tangkai,
Membaca setiap seratnya mencari asa, ada kata,
Atau hanya mengerjap sesaat jatuh embunnya,
Membayangi dalam perangkap, menyeret secarik kain,
Oh, pelita kini tidak di dekapan, pelita angan,
Bukan! Omong kosong menjijikkan tiap tutur kesucian itu!
Kebencian satu hal abadi di setiap hati,
Tak bisa ingkari, setiap jengkal alirannya puas tusuk nuranimu,
Merombak kenyataan sekedar harapan,
Tidak... tidak memberi belas kasih, tidak pula meratap harapan,
Hey... ingat tentang perjuangan?
Bagaimana kebersamaan menyatukan...
Menguatkan...
Menyusup...
Merasuk...
Mendekati titik-titik nadir
Dalam setiap detik...?
Dan kemudian menyapumu habis ke tengah lautan berdarah,
Merusak hati-hati mutiara, yang terselubung dalam kurungan ego... jadi begitu?
Tapi hati bersuara! Tidakkah kau pedulikan jeritan itu?
Tidakkah kau pelihara kepercayaan dalam kenaifan?
Jikalah aku menjadi layak memberikan hak,
Lantas pergi dapat menjemput yang lain,
Tetapi kesatuan umat itu takkan ada! Takkan!
Kau meracau di tengah kebingungan,
Tak jauh bedanya atas apa yang engkau persalahkan,
Kau manusia tidak paham perasaan,
Menuntut itu cerminan dari perjuangan,
Sayap kami patah melalui renungan,
Hingga mimpi tak lagi menjelang,
Salah jika aku mengacau ditengah kekacauan?
Mereka... hanya iblis-iblis perkotaan,
Tidak mengerti sayatan pencarian hidup,
Berkoar kemunafikan, mengatasnamakan kepemilikan orang lain,
Demi mendulang emas di kantung-kantungnya...
Jikalah Sang Penguasa tidak mendengar,
Maka terkutuklah kau pengecut!
Yang mana menyimpan segumpal daging busuk dalam hatinya,
Irama telah terlalu dahulu untuk menjadi irama,
Diri ini telah retak dan menguap habis ditelan jaman,
Jalanan...
Ya... persepsi tinggal persepsi,
Keyakinan hanya sebagian atas kepercayaan,
Layu sudah mawar-mawar jalanku
Diterpa badai angin lalu,
Menjerit dalam langkah,
Berpura tegar disengat mentari kita,
Kita sakit, terlampau sakit,
Dan kita...
Tak ingin lagi terkapar di gejolak jiwa,
Atau terluka,
Kita hanya ingin mawar kita bersemi...
Label: Puisi
Posting Komentar